foto:Nuonline

Berikut ini penjelasan tata cara apabila zakat Fitrah menggunakan uang. Dari beberapa info yang di himpun, NUPringsewu menyajikan penjelasan hal tersebut dengan mengambil pokok pikiran dari para pemikir muda NU. yang pertama menurut redaktur Aswajamuda, Ahmad Muntaha AM

Zakat fitrah biasanya ditunaikan dengan mengeluarkan beras sejumlah 1 sha’ atau 2.751 kg menurut konversi populer yang dikutip oleh Prof Dr Wahbah Zuhaili dalam Al Fiqhul Islami wa Adillatuh atau 2.720 kg menurut konversi KH Ma’shum bin Ali dalam kitabnya Fathul Qadir.

Lalu bagaimana bila zakat fitrah dibayar dengan uang?

Merujuk Surat Edaran KADAR ZAKAT FITRAH bernomor 001/SE-PW-LBM/V/19 yang diterbitkan oleh LBM NU Jawa Timur, ada dua cara membayar zakat fitrah dengan uang:

Pertama, dilakukan secara tidak langsung dengan tetap mengikuti mazhab Syafi’i, yaitu amil zakat (LAZISNU) dan pengelola zakat lainnya menyediakan paket beras yang berkualitas (per paket berisi 2.75 kg dan dapat dilakukan dengan kerjasama pihak ketiga), untuk kemudian dibeli oleh muzakki dan dikeluarkan sebagai zakat fitrahnya disertai niat dan bimbingan dari amil.

Kedua, dilakukan secara langsung dengan mengikuti atau taqlid terhadap mazhab Hanafi. Yaitu dengan mengeluarkan uang senilai harga 3.8 kg kurma yang berkualitas di daerah masing-masing disertai niat dan bimbingan dari amil.

Selanjutnya gus Ulil sosok pakar Aswaja dari Jawa Tengah ini menjelaskan soal zakat fitrah melalui akun IG :

ZAKAT FITRAH PAKE UANG

1. Menurut mayoritas fuqoha (termasuk Mazhab Syafi’i) zakat fitrah dg uang tdk sah, karena Hadits menyatakan zakat fitrah harus dg makanan pokok regional, tdk ada pernyataan dg bayar uang 2. Mazhab Hanafi membolehkan bayar zakat fitrah dg uang, karena lebih jelas tuk menutupi kebutuhan fakir miskin 3. Boleh taqlid (mengikuti) Mazhab Hanafi bayar zakat fitrah dg uang jika memang itu lebih bermanfaat bagi fakir miskin 4. Syarat taqlid Mazhab lain tdk terjadi talfiq (mencampur aduk pendapat mazhab2 sehingga tdk sah menurut masing-masing mazhab). Artinya, dia harus konsisten dg aturan mazhab yg ditaqlidi dlm kasus ini, sehingga dia membayar harga satu sho’ dlm ukuran Mazhab Hanafi, bukan harga satu sho’ ukuran Mazhab jumhur: * 1 sho’ menurut jumhur adalah 4 mud = 5.3 rithl = 2400 gr / 2.4 kg. makanan pokok regional. * 1 sho’ menurut Mazhab Hanafi adalah 8 rithl = 3800 gr / 3.8 kg. bahan makanan selain hinthoth (gandum tea). -> Dan cukup dg harga 0.5 sho’ hinthoh (gandum) atau 1900 gr. / 1.9 kg. Mazhab Hanafi berpatokan dg hadits Tsa’labah, Rosululloh SAW berkhutbah dan berkata, “Bayarkan zakat fitrah untuk orang mardeka dan hamba sahaya setengah sho’ gandum, atau 1 sho’ kurma atau 1 sho’ syair (jelai = baca: sebangsa beras)”. [HR. Abu Dawud] # *Alhasil Bagi yg membayar zakat fitrah dg uang harus mengikuti ukuran dlm mazhab Hanafi*. 1. Gandum @ kg = 20.000 x 1.9 kg = Rp. 38.000 2. Jelai / beras @ kg = 12.000 x 3.8 kg = Rp. 45.600 =[°°°°]====[°°°°]====[°°°°]====[°°°°]====[°°°°]= حكم اخراج القيمة في زكاة الفطر ١_ لا يجزيء اخراج القيمة على مذهب الجمهور (ومنهم الشافعية)، لأن الحديث الشريف نص على قوت البلد ولم ينص على القيمة. ٢_ اجاز الحنفية اخراج القيمة فإنه يحصل بها اغناء الفقير. ٣_ للمقلد تقليد مذهب الحنفية في اخراج القيمة إن كانت هناك مصلحة للفقير. ٤_ من شروط تقليد المذهب الآخر عدم التلفيق، بمعنى: أن يلتزم بضوابط المذهب الذي يقلده في المسألة، فيخرج قيمة مقدار الصاع عند الأحناف، ولا يخرج قيمة مقدار الصاع في مذهب الجمهور. مقدار الصاع عند الجمهور = أربعة أمداد= ٥ وثلث ارطال = ٢٤٠٠ غم تقريباً. مقدار الصاع عند الحنفية = ٨ ارطال = ٣٨٠٠ غم. ويكفي من الحنطة نصف صاع (١٩٠٠ غم) ومن باقي الأصناف صاع (٣٨٠٠ غم

So, mana yang akan kita pilih dari dua opsi itu? (JunaSr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here