Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu, KH. Hi. Sujadi | FOTO : Muhammad Faidzin

Pringsewu. Kajian tafsir Al Quran pada jihad (ngaji ahad) pagi kali ini sampai pada surat al Fajr. Yang menarik, dalam surat ini secara beruntun Allah swt berfirman dengan empat kalimat yang mengandung sumpah.
Pertama, Allah membuka dengan sumpah menggunakan waktu Fajar. “Demi Fajar, kemudian, dan demi malam yang sepuluh. Lalu yang ketiga dan demi yang genap dan yang ganjil”.Terang KH Sujadi saat membacakan surat tersebut di Aula gedung PCNU Pringsewu (23/06/2019)

Kemudian Allah swt melanjutkan sumpah yang ke empat dengan mengulang kata malam, Dan malam bila berlalu. Keempat sumpah Allah ini menurut abah Jadi mengandung hikmah yang besar bagi orang yang cerdas yang mau menggunakan akal pikiranya.
“maka kemudian Allah melanjutkan ayat ke lima, Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.”Lanjut wakil ketua PWNU Lampung

Diantara hikmah yang dapat dipetik dari kajian tafsir ini ialah pentingnya memanage waktu sebaik mungkin. Seperti Malam-malam yang dilalui manusia adalah waktu terbaik untuk dapat khudlur (menghadap) kepada Allah swt.
“ora ketang rong rekaat(walaupun dua rokaat), diusahakan untuk sholat malam.” Tukasnya.

Begitupun saat fajar menyingsing lanjutnya merupakan saat yang tepat untuk membangkitkan optimisme dalam menjemput karunia Allah swt.

Saat manusia mampu memanfaatkan waktu dan umurnya untuk mengabdi kepada Allah. Maka orang yang berakal tentu akan ikhlas dan menyerahkan sepenuhnya hasil kepada sang pencipta. Sebab apapun pencapaian dan karya manusia hakikatnya hanya sementara.
“jabatan dan kekayaan didunia cuma sementara, kadang diatas (pejabat) kadang jadi bawahan. Semua sudah ada giliran dan masanya.”Lanjutnya.

Untuk itu abah jadi berpesan mengutip ayat ke -5 surat al fajr tentang kejayaan kaum Ad di masa nabi Hud AS yang mampu membangun peradabaan tinggi di kota Iram dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi dan kokoh yang tidak dijumpai di manapun masa itu. Namun karena durhaka dan sombong terhadap dakwah nabi Hud, Allah swt membinasakan kaum Ad.
“Membangun apapun baik sumber daya alam dan manusia harus dilandasi niat ikhlas bukan karena tajabbur(sombong).” Pungkasnya.(junaSr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here