Ilustrasi:dailyexpress

Suatu ketika Habib Ali Al Jufri menanyakan kepada gurunya Habib Umar bin Hafidz menyikapi adanya wabah Corona.
“Bagaimana kita menggabungkan sikap tawakkal kepada Allah Swt dan mengambil cara ikhtiyar dalam menghadapi wabah ( corona) ini?Tanyanya melalui akun twitter @alhabibali, pada 20 maret 2020.

Tanpa ragu dan berpikir lama terangnya, Habib Umar lalu menjawab:
“(menghadapi wabah corona) Sama seperti bercocok tanam, Tabur benihnya, sirami dan rawatlah tanamanya. Tetapi, tetaplah bersandar pada Allah Swt di dalam menghasilkan buah dan keselamatanya.”Pesanya.

Cuitan Habib Ali Al Jufri

Inilah keindahan sikap yang dicontohkan oleh para kekasih Allah dalam menghadapi persoalan. Lebih-lebih di tengah derasnya informasi seputar virus corona yang boleh jadi membikin masyarakat bingung.

Dialog antara Habib Ali Al Jufri dengan Habib Umar Al Hafidz memberikan gambaran pada kita agar senantiasa menjaga Imun sekaligus Iman secara berimbang.

Menjaga imun atau dengan kata lain agar kita selamat dari ancaman virus corona berarti melakukan upaya-upaya pencegahan sedini mungkin, caranya ikutilah petunjuk para ahli medis dan himbauan pemerintah. Mulailah dengan rajin mencuci tangan, menerapkan pola hidup yang sehat, menghindari berkumpul di keramaian dan lain-lain. Ini sama dengan apa yang dikatakan Habib Umar al Hafidz diatas bahwa supaya hasil panen dan buahnya bagus maka dibutuhkan benih dan perawatan pada tanaman yang baik.

Dengan menjaga imun berarti kita telah berikhtiyar. Hal ini senada dengan anjuran Allah  dalam Al Quran, surat Ar Ro’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Selanjutnya adalah menjaga Iman kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi termasuk adanya musibah wabah corona ini merupakan kehendak dan taqdir dari Allah Swt. Seorang muslim harus meyakini bahwa yang menciptakan dan menggerakkan covid-19 hingga menimbulkan korban jiwa dimana-dimana adalah mutlak atas ketentuanNya dan atas kehendakNya. Tidak semestinya kita khawatir kepada corona melebihi takut kita kepada Allah Swt. Jika Iman kita sudah benar maka sikap terbaik saat kita menghadapinya adalah dengan menerima atas segala ketentuanya, yaitu Ridlo dan sabar. Bukan panik apalagi putus asa sehingga memutus kesadaran untuk bersandar kepadaNya. Allah memberi petunjuk dalam firmaNya:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Innalillahi wainna ilaihi rojiuun’. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (TQS Al Baqarah:155-157)

Maka sikap yang tepat saat  menghadapi virus pandemic ini ialah keseimbangan antara menjaga imun agar tetap terlindungi dari bahaya virus ini sekaligus menjaga iman yakni tetap menyandarkan harapan dan pertolongan hanya kepada Allah swt.

Fathurahman:wakil sekretaris PCNU Pringsewu

Sumber:Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here