Pelajaran Berharga Sholat Id di Tengah Pandemi Covid

0
105

Pringsewu.NUPringsewu.or.id
Dalam situasi darurat covid19 saat ini, jutaan kaum muslim terpaksa menjalankan sholat id #dirumahsaja. Diperkirakan banyak keluarga muslim melaksanakanya secara mandiri di kediamanya masing-masing.

Demi mencegah dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan para santri yang masih bertahan di Pondok Pesantren Nurul Ummah desa Gemahripah kec.Pagelaran kabupaten Pringsewu juga melaksanakan sholat Idul Fitri mandiri dan tidak pergi ke Masjid permukiman warga setempat.

Di pondok ini seluruh santri dan keluarga pengasuh tidak keluar pondok, mereka menggelar sholat id di Aula pesantren sebagai bentuk mematuhi instruksi pemerintah dan ulama sekaligus ikhtiyar memutus rantai penyebaran virus yang telah menjadi pandemi global.

Agar pelaksanaan sholat id berjalan dengan baik sebelumnya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah, KH. Sujadi menginstruksikan langsung agar di bentuk petugas sholat ied. Mulai dari Qori’ Takbiran pra sholat ied, Bilal, Khotib hingga Imam sholat harus dari santri. Hal ini bertujuan supaya menjadi pembelajaran para santri bila telah terjun di masyarakat nantinya.

*Pengalaman berharga*
Ahad pagi, para santri telah bersiap memasuki aula. Setelah karpet digelar, sound system, dan mimbar telah disiapkan, M.Zuhdi, salah seorang santri kemudian memegang mic dan mulai mengumandangkan takbir, takhmid dan tahlil pertanda memanggil kawan-kawanya segera memenuhi shof.

Diikuti oleh anggota keluarga dan santri Pondok, setelah duduk bersila mereka bersama-sama melafalkan takbir kemenangan. Dengan suara sayup-sayup penuh hikmat takbir bergema berkumandang merasuk pada jiwa-jiwa penuh kerinduan, terbayang saat-saat bersama berkumpul dengan keluarga dan saudara ketika kondisi normal.

Hari itu mereka terpaksa menyimpanya dalam keharuan. Tak ada lagi gemuruh takbiran melalui Toa di mesjid maupun dari lapangan.
“Tetap bergembira walaupun lebaran tidak bisa mudik ke kampung halaman” Ungkap M.Zuhdi santri asal Denpasar, Bali.

Sama halnya M.Zuhdi, Sarwono , salah satu santri yang bertugas menjadi Bilal merasakan sholat id tahun ini sebagai pengalaman tak terlupakan. Ia mengungkapkan bila tahun lalu ia masih bersama ibu dan adiknya bersama-bersama menuju masjid di kampungnya untuk berjamaah sholat id lalu setelahnya keliling kampung untuk silaturahmi dan bercengkrama bareng dengan sanak saudara.

Kini ia harus menahan rindu dan hanya bisa menuangkan kerinduanya melalui daring.
“Seumur-umur baru kali ini menjadi Bilal sholat id, awalnya sedikit grogi, tapi ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya. Katanya.

*Hikmah*
Kiai Sujadi yang juga Mustasyar NU Kabupaten Pringsewu dalam pengantar sebelum pelaksanaan Sholat id mengatakan Sholat id yang di laksanakan merupakan penyempurna dari rangkaian ibadah selama bulan suci ramadhan.
“Bagaimanapun kondisinya, kita tetap melaksanakan sholat id ini semampunya. Semoga Allah Swt mencatat sebagai amal kita yang di terima olehNya, sekaligus menjadi penyempurna amal-amal yang telah kita jalankan di bulan suci ramadan.”Harapnya.

Bisa jadi Sholat id kali ini tidak hanya menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran berharga bagi M.Zuhdi dan Sarwono berikut keluarga besar Pesantren Nurul Ummah, tentunya banyak keluarga muslim lainya di luar sana.

Pandemi covid tidak saja menimbulkan keresahan dan kesedihan. Di dalamnya terkandung hikmah mendalam. Di antaranya adalah menyadarkan kembali arti sebenarnya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

Pandemi ini telah mengajarkan seorang suami benar-benar menjadi Imam bagi Istri dan anak-anaknya. Kalau sebelumnya si suami biasa menjadi makmum di masjid saat kondisi normal, kini ia menyelenggarakanya sendiri di rumah. Ia harus belajar lagi kaifiyah menjadi imam sholat.

Begitupun bagi Santri, iya harus belajar praktek ibadah menjadi bilal, khotib hingga imam sholat id.

Semoga wabah ini segera berakhir dan kita semua di pertemukan lagi pada ramadhan dan lebaran tahun depan dengan kondisi dan situasi yang lebih baik lagi.

Selamat Idul fitri 1441 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Taqobalalloh minna wa minkum taqobbal ya kariim …

Kontributor : Fathurahman
Editor : Malik Fajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here