Kalam Hikmah Ngaji Online bersama Bupati Pringsewu

Pringsewu, Jumat (28/5) KH. Sujadi Saddat sampaikan kepada masyarakat bahwa kita harus menjadi manusia yang bisa membuka kebaikan bagi orang lain dan jangan menjadi manusia yang menutup kebaikan bagi orang lain. Hal tersebut menjadi topic yang dibicarakan pada Kajian Online Kitab Tafsir Jalalain pada Jumat, 28 Mei 2021 di Zoom Meeting, yang disiarkan langsung melalui siaran langsung Facebook Radio Nada Umat.

Kitab Tafsir Jalalain merupakan salah satu kitab tafsir yang populer di kalangan umat muslim Nusantara. Redaksi penafsiran dalam Tafsir Jalalain cenderung ringkas dan tidak bertele-tele. Isinya mudah dipahami karena mencantumkan penjelasan dan pendapat terkuat di antara para ulama untuk masalah-masalah tertentu. Selain itu, tafsirnya juga disertai dengan uraian-uraian lain yang mendukung penafsiran kata, kalimat, dan ayat-ayat.
Tak heran jika banyak pondok pesantren di Indonesia yang menggunakan kitab ini sebagai rujukan utama. Judul asli kitab tafsir ini adalah Tafsir Al-Qur’an Al-Azim. Namun, masyhur dengan judul Tafsir Jalalain dikarenakan pengarang atau mushonif kitab ini adalah dua ulama mesir yang memiliki gelar sama, yakni Jalaluddin atau Al-Jalal. Dua ulama hebat penyusun kitab tafsir ini adalah Jalaluddin Muhammad Al-Mahalli dan Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi.

Untuk melanggengkan pengajian kitab tafsir Jalalain, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, KH. Sujadi menggelar pengajian kitab tafsir Jalalain. Pengajian ini dilaksanakan setiap hari secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di akun media sosial Nada Ummat.

KH Sujadi Saddat menyampaikan, ada 5 macam yang berkaitan dengan hari kiamat menurut Bukhori. hal tersebut antara lain:
1. Tidak ada yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat kecuali Allah SWT
2. Orang tidak akan diberitahu secara pasti kapan ia akan mati.
3. Tidak ada yang mengetahui rezeki esok hari
4. Tidak ada yang tahu apa yang ada di kandungan seorang ibu. Walaupun sekarang sudah ada teknologi yang mampu mendeteksi kondisi bayi, kepastian waktu kelahiran tidak ada yang bisa menebak.
5. Ada orang yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi, namun itu tidak bisa diyakini.

Hal tersebut seiringan dengan QS. Al-An’am Ayat 59 yang berisikan tentang Allah-lah yang mengetahui segala sesuatu yang ada di bumi. arti ayat tersebut adalah sebagai berikut;
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Al an’am: 59)

(mila/nuri)

About Admin

Istiqomah dalam Berkhidmah

Check Also

Kiai Said : Warga NU dan Santri Wajib Berdakwah di Medsos

Jakarta, Dakwah NU Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj mendorong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *