Pelatihan Membuat Kue Muslimat Kabupaten Pringsewu

0
42

Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Pringsewu, Lampung menggelar pelatihan industri rumahan (home industry) bagi para ibu-ibu Muslimat. Pelatihan yang dilaksanakan pada Ahad (13/12) fokus melatih para ibu Muslimat untuk memproduksi aneka kue basah untuk dipasarkan di lingkungannya.

Dengan langkah ini diharapkan para ibu Muslimat akan memiliki kemampuan kewirausahaan dan kemandirian dengan memproduksi sendiri berbagai jenis kue di rumahnya untuk menambah penghasilan keluarga.

Pelatihan ini menghadirkan Ibu Susan, ahli kue yang juga seorang chef (ahli masak) dari Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Kewirausahaan yang diikuti oleh pengurus Muslimat Pringsewu di Hotel Swisbeel Bandar Lampung beberapa waktu lalu.

“Kita langsung praktikkan hasil program dari Kementerian Pariwisata tentang kewirausahaan agar ibu-ibu Muslimat lebih kreatif dan inovatif,” kata Ketua PC Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriani pada pelatihan yang dilaksanakan di Ambarawa, Pringsewu.

Ibu Ani menambahkan bahwa di masa pandemi seperti ini, jiwa kewirausahaan harus terus diasah untuk meningkatkan ekonomi yang melemah akibat pandemi Covid-19. Ia berharap para ibu Muslimat NU tidak menyerah dengan kondisi sulit ini dan harus terus bersemangat mengasah kreativitas guna membantu kondisi ekonomi keluarga.

Dari pelatihan ini dihasilkan aneka kue yang mudah untuk diproduksi dengan berbagai modifikasi dan banyak diminati oleh masyarakat. Dengan berbagai peralatan yang sudah biasa dipakai oleh para ibu dan bahan kue yang mudah didapat, ibu-ibu Muslimat mendapatkan ilmu baru yang bisa dikembangkan selanjutnya bersama keluarga.

Sementara Wakil Ketua PC Muslimat Pringsewu Hj Muhliana mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan rapat koordinasi bulanan yang rutin dilakukan Muslimat. Di setiap Rakor Muslimat, pihaknya terus membekali pengurus dengan berbagai kemampuan nyata sebagai modal berkiprah di masyarakat.

“Jadi kita rapat tidak hanya membahas tentang teori dan evaluasi program kerja. Kita juga beri bekal ilmu dan skill yang bisa dipraktikkan oleh ibu-ibu di lingkungan masyarakatnya,” katanya.

Seperti pada Rakor sebelumnya, PC Muslimat bekerja sama dengan jurnalis NU Online melakukan pembekalan pada ibu Muslimat dalam penggunaan media sosial untuk dakwah. Hal ini menurut Muhliana sangat penting karena di era digital seperti ini, ibu-ibu Muslimat tidak boleh gagap teknologi (gaptek).

“Ibu-ibu Muslimat harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu memanfaatkannya untuk kemaslahatan. Bukan untuk hal-hal yang tidak berguna apalagi ikut-ikutan terprovokasi dan termakan hoaks yang banyak beredar di Medsos,” katanya.

H.Muhammad Faizin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here